Di tahun 2013 lalu, saya sering melewatkan sesuatu yang sesuatu saat
akan terjadi nanti, mempunyai pola pikir
jangka pendek, serta tidak memikirkan hal yang bersifat “masa depan” dan sering
terjerembab oleh lifestyle yang hedonisme,
narsisme, serta apatis. Dimulai dari
pembelian gadget terbaru, laptop
harus bermerek dengan buah apel, pesta
,hura hura, dst. Perilaku tersebut menjadi cerminan saya dan remaja pada
umumnya di masa sekarang ini.
Namun setelah
tahun 2014 ini, saya mulai sadar bahwa saya selalu pribadi saya sendiri wajib
untuk mempersiapkan perencanaan keuangan dalam jangka waktu yang sangat
panjang, untuk mengantisipasi terjadinya kerugian keuangan di masa depan. Awal
saya mulai sadar saat saya mempelajari mata kuliah “Pengantar Dana Pensiun”. Di
mata kuliah tersebut saya diajarkan tentang pensiun, dana pensiun, perencaanaan pensiun, serta macam-macam
jenis, lembaga, dan program pensiun.
Saat itu saya
masih berpikir “ah ngapain coba gue
ngurusin pensiun dari sekarang, padahal kan bisa entar –entar aja pas kerja, lagian masih ngandelin orang tua”.
Seiring berjalannya waktu, saat saya belajar pada mata kulaih Pengantar Dana
Pensiun tersebut, dosen saya sering bercerita bahwa banyak orang Indonesia saat
ini tidak siap untuk pensiun, masyarakat kita saat ini hanya bersiap untuk “alih
profesi” saja, bukan untuk “pensiun”. Contohnya, saat seseorang memasuki usia
pensiun mereka menjadi peternak, atau pengusaha properti, yang menurut dosen
saya itu bukan sebuah masa “pensiun”, hanya “alih profesi” semata dari karyawan
menjadi peternak atau pengusaha properti.
Semenjak dosen saya menceritakan hal tersebut , saya
sadar bahwa pensiun itu harus dilaksanakan sejak dini, tidak harus menunggu kita
kerja terlebih dahulu, hingga perencanaan pensiun di masa saat ini menjadi
sangat penting.
Mengapa kita
sebagai anak muda harus mempersiapkan dana pensiun seawal mungkin? Pertanyaan itu
saya coba jawab dengan dua alasan berikut.
Pertama ialah
dengan kita merencanakan dana pensiun sejak usia dini, kita dapat menggapai
tujuan perencanaan keuangan kita saat beberapa puluh tahun lagi, misalnya kita
mempunyai target untuk mendapatkan dana pensiun bulanan sebesar 5 juta rupiah
sampai usia kita berakhir, kemudian dengan kita mempersiapkan dana pensiun
disaat kita umur 30 (usia bekerja) dengan usia 19 tahun (usia belum bekerja)
akan terasa berat dan sulit. Ibaratnya, kita sedang bersepeda kemudian menaiki
tanjakan, bila kita menyiapkan dana pensiun sejak usia 19 tahun maka tanjakan
tersebut terasa landai, namun bila kita menyiapkan dana pensiun sejak usia 30
tahun maka tanjakan tersebut akan terasa curam.
Alasan kedua
ialah, dengan kita mempersiapkan dana pensiun sejak dini , secara tidak
langsung melatih kita untuk belajar membelanjakan uang secara hemat serta
realistis. Saya sebelum mendapat pencerahan dari dosen saya, sering kali “membuang”
uang utnuk membeli hal yang tidak perlu seperti makanan, serta beli sesuatu
untuk kepuasan sesaat saja. Namun saat
ini , hingga tulisan ini ditulis saya
lebih mampu untuk membelanjakan uang saya serta dapat memprirotitaskan
kebutuhan yang akan saya penuhi.
Kini saya
mempunyai tabungan dana pensiun BNI SIMPONI , yang saya bisa jadikan “pegangan” saat
memasuki usia pensiun saya nanti. Dengan Tabungan BNI SIMPONI saya berharap,
saya mendapat manfaat yang saya inginkan disamping usaha saya menyisihkan uang
tersebut. Cara membuat tabungan BNI SIMPONI sangat mudah, dengan bermodalkan
fotokopi KTP, KK, Kartu ATM, dan Buku Tabungan BNI TAPLUS MUDA saya dapat
mendaftarkan diri di DPLK BNI.
Kita sebagai
remaja yang mempunyai pola pikir jangka panjang, sebaiknya memikirkan diri kita
saat masa pensiun nanti, dimana kita kehilangan sebagian pendapatan kita
dibanding saat kita masih bekerja. Dengan kita menabung dana pensiun sejak
awal, kita tidak terlalu merasakan “efek” dari kehilangan sebagian pendapatan
tersebut. Menjadi sangat riskan bila seseorang yang memasuki usia pensiun tidak
memiliki tabungan pensiun atau hanya mengandalkan uang pensiun dari tempat ia
bekerja sebelumnya, hal ini sangat riskan dan menjadi suatu ironi dalam masyarakat
kita. Dengan mendaftarkan diri kita ke DPLK BNI atau bank-bank dan asuransi
lainnya, kita setidaknya mendapat “dana tambahan” disamping uang pensiun dari
tempat kita bekerja sebelumnya.
Hal ini
membuat kita tidak takut dalam memasuki usia pensiun nanti, karena ada tabungan
yang kita miliki. J
Semoga tulisan dapat menginspirasi kita
semua untuk mempersiapkan dana pensiun sejak muda. Daftarkan diri anda di DPLK
BNI, dengan tabungan BNI SIMPONI yang menjanjikan manfaat pensiun : http://bit.ly/BNI_Simponi .
