Hai , saya menyapamu sekali lagi, dalam rindu yang belum tentu bertemu dalam sebuah lubang yang menganga lebar.
Saya mengakui, bahwa saya mungkin bisa dibilang "sangat" salah dalam kondisi seperti ini. saya suka kamu. dan kamu suka dia.
"saya menunggu orang yang sedang menunggu" begitu kataku saat di Masjid At-Taqwa
Kata pak Mario , "Cinta itu melumpuhkan logika" , dan saya yang percaya itu. saya yang bisa merasakan semuanya. bukan orang lain, bukan kamu yang tidak merasakan seperti saya.
pikiran reflekku brkata "apa saya salah trhadapmu?" saya rasa tidak, karena cinta tidak pernah salah. Sesuatu yang selalu saya dengungkan setiap hari di pikiran saya saat mau tidur. Tidak ada salahnyakan? Mengapa hal itu selalu menjadi "salah" ? di hadapan kamu yang mungkin sekarang belum bisa saya miliki.
Saya mengakui, bahwa yang saya lakukan dari sudut pandang apapun menjadi "salah" walau "salah"nya itu bukan "salah" yang mutlak, namun relatif. Salah yang mengakibatkan semuanya menjadi hambar, tawar,dan tak berasa. Salah yang menjadi sebuah anggapan yang menyesatkan.Saya bukan robot, yang tidak punya perasaan sama sekali.
Yang tidak punya "sebersit" perasaan.
Yang tidak punya sebuah pengertian tentang apa yang terjadi dalam hati saya.
saya merasakan, sebuah hal yang membuat yang membuat saya "jatuh"
sekali lagi , saya bukan robot, dan saya meminta maaf atas semua yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Terima kasih
tidak semua yang saya tulis tentang saya, dan tidak semua yang saya tulis tidak tentang saya
Tampilkan postingan dengan label Teduh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teduh. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Juni 2013
Jumat, 31 Mei 2013
Lirik Lagu "Inginku" Yobie & Nuno
Inginku bukan hanya jadi temanmu.Atau sekedar sahabatmuYang rajin dengar ceritamuTak perlu hanya kau lihat ketulusanYang sebenarnya tak kusangkaKadang ku hilang kesabaran
**Mungkinkah akan segera mengertiSeiring jalannya hariKini ku tergila padamuYang ada bila tak juga kau sadariAkan kutempuh banyak caraAgar engkau tau semua mauku
Biarkan aku untuk jadi kekasihmuDan takkan percaya ungkapanCinta tak harus memilikiTerlambat jika aku harus berubahKu terlanjur ingini semuaYang ada di dalam dirimu
Back to **Dan berulang mencobaTuk merebut hati dan cintamuSadarkah dirimu sering kau kesalkan akuBila masih saja kau menyebut namanya
Back to **Semua mauku....
**Mungkinkah akan segera mengertiSeiring jalannya hariKini ku tergila padamuYang ada bila tak juga kau sadariAkan kutempuh banyak caraAgar engkau tau semua mauku
Biarkan aku untuk jadi kekasihmuDan takkan percaya ungkapanCinta tak harus memilikiTerlambat jika aku harus berubahKu terlanjur ingini semuaYang ada di dalam dirimu
Back to **Dan berulang mencobaTuk merebut hati dan cintamuSadarkah dirimu sering kau kesalkan akuBila masih saja kau menyebut namanya
Back to **Semua mauku....
Sabtu, 25 Mei 2013
Hai....
Hai..... kamu yang di sana..
Hai..... kamu yang memberi keteduhan,...
Hai..... kamu yang memberi kekuatan ....
Hai..... sebuah makna yang tersirat dalam kata, tindakan, dan ucapan.
Hai kamu, kenapa kamu tidak memperhatikanku? malah memperhatikan yang lain...
Oh iya, aku lupa... aku bukan siapa-siapa kamu, aku bukan orang yang berhak melarang kamu, menentukan kamu, bukan...... aku hanya bisa mengarahkan dengan harap cemas arahku sudah didengar olehmu. Dengan begitu, aku sangat senang sekali.
Langit cerah malam ini, dengan berbagai bintang yag gemerlap. Semua hal tentang kamu masih kuingat dalam sanubariku.
Menurut beberapa orang, aku termasuk tipikal pria yang berbeda. Berbeda sifat, sikap, dan kepribadiannya. Aku memang mengarahkan diriku dalam suatu yang terukur, stabil, dan elegan.
Aku memang mengarahkan diriku untuk berpikir dengan perasaan, bukan logika yang selama ini banyak pria lakukan. Mungkin itu....
Hai..... kamu yang memberi keteduhan,...
Hai..... kamu yang memberi kekuatan ....
Hai..... sebuah makna yang tersirat dalam kata, tindakan, dan ucapan.
Hai kamu, kenapa kamu tidak memperhatikanku? malah memperhatikan yang lain...
Oh iya, aku lupa... aku bukan siapa-siapa kamu, aku bukan orang yang berhak melarang kamu, menentukan kamu, bukan...... aku hanya bisa mengarahkan dengan harap cemas arahku sudah didengar olehmu. Dengan begitu, aku sangat senang sekali.
Langit cerah malam ini, dengan berbagai bintang yag gemerlap. Semua hal tentang kamu masih kuingat dalam sanubariku.
Menurut beberapa orang, aku termasuk tipikal pria yang berbeda. Berbeda sifat, sikap, dan kepribadiannya. Aku memang mengarahkan diriku dalam suatu yang terukur, stabil, dan elegan.
Aku memang mengarahkan diriku untuk berpikir dengan perasaan, bukan logika yang selama ini banyak pria lakukan. Mungkin itu....
Langganan:
Postingan (Atom)