Senin, 17 Juni 2013

ATC

ATC bukan hanya sekedar pengendali arah saat pesawat sedang terbang , takeoff ataupun mau landing. ATC bisa saja diartikan sebagai “pengarah” kebijakan , sikap, yang diambil seseorang.
2 tahun lalu, saya mulai dekat dengan anda.. tentu saja sebagai sahabat yang selalu menjadi “petunjuk” dan “pedoman”saat saya melangkah mengambil suatu sikap. 
Ibarat saya seorang pilot, mengemudikan sebuah pesawat yang saya ibaratkan itu sebagai “hati” saya , dan tidak mungkin saya mengendalikan hati saya sendiri, pasti butuh “seseorang” yang memandu saya dari luar pesawat, dan saya sebut dengan ATC. Tanpa anda, saya kemungkinan besar salah arah , salah tujuan dalam memaknai hidup. Akan tetapi , dengan anda, saya bisa mengerti arah yang anda maksudkan, untuk kebahagiaan tentunya. Andalah ATC saya. Pengendali hati saya . Entah apapun itu , saat senang ataupun kalut.  :) 
Jujur saja, saya tak punya uang ataupun membalas kebaikan anda dengan materi Namun , saya hanya bisa membalas kebaikan anda dengan selalu mendengarkan apa yang diceritakan oleh anda. Saat mata sudah mulai terpejam, tiba-tiba anda sms saya dan ada dorongan untuk mendengarkan walau kantuk amat menyerang. 
Selaku pilot , seorang pengendali , saya mungkin di satu moment ialah seorang yang egois, selfish,tidak mau mendengarkan apa yang diarahkan oleh anda. Tapi di satu sisi, saya “harus” mendengarkan anda, meminta “bantuan” anda secara langsing ataupun tidak , dan butuh anda. Saya meminta maaf atas kesalahan sekecil apapun terhadap anda. 
Apa anda bisa saat anda sudah jauh nanti tetap bisa mengomando pesawat saya? saya harapkan ialah “iya” , tanpa anda, mungkin saja saya masih terkurung dalam kesedihan yang amat dalam. 

Senin, 10 Juni 2013

asemenyemenye

Hai , saya menyapamu sekali lagi, dalam rindu yang belum tentu bertemu dalam sebuah lubang yang menganga lebar.
Saya mengakui, bahwa saya mungkin bisa dibilang "sangat" salah dalam kondisi seperti ini. saya suka kamu. dan kamu suka dia.

"saya menunggu orang yang sedang menunggu" begitu kataku saat di Masjid At-Taqwa

Kata pak Mario , "Cinta itu melumpuhkan logika" , dan saya yang percaya itu. saya yang bisa merasakan semuanya. bukan orang lain, bukan kamu yang tidak merasakan seperti saya.

pikiran reflekku brkata "apa saya salah trhadapmu?" saya rasa tidak, karena cinta tidak pernah salah. Sesuatu yang selalu saya dengungkan setiap hari di pikiran saya saat mau tidur. Tidak ada salahnyakan? Mengapa hal itu selalu menjadi "salah" ? di hadapan kamu yang mungkin sekarang belum bisa saya miliki.

Saya mengakui, bahwa yang saya lakukan dari sudut pandang apapun menjadi "salah" walau "salah"nya itu bukan "salah" yang mutlak, namun relatif. Salah yang mengakibatkan semuanya menjadi hambar, tawar,dan  tak berasa. Salah yang menjadi sebuah anggapan yang menyesatkan.Saya bukan robot, yang tidak punya perasaan sama sekali.
Yang tidak punya "sebersit" perasaan.
Yang tidak punya sebuah pengertian tentang  apa yang terjadi dalam hati saya.

saya merasakan, sebuah hal yang membuat yang membuat saya "jatuh"


sekali lagi , saya bukan robot, dan saya meminta maaf atas semua yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Terima kasih