Senin, 10 Juni 2013

asemenyemenye

Hai , saya menyapamu sekali lagi, dalam rindu yang belum tentu bertemu dalam sebuah lubang yang menganga lebar.
Saya mengakui, bahwa saya mungkin bisa dibilang "sangat" salah dalam kondisi seperti ini. saya suka kamu. dan kamu suka dia.

"saya menunggu orang yang sedang menunggu" begitu kataku saat di Masjid At-Taqwa

Kata pak Mario , "Cinta itu melumpuhkan logika" , dan saya yang percaya itu. saya yang bisa merasakan semuanya. bukan orang lain, bukan kamu yang tidak merasakan seperti saya.

pikiran reflekku brkata "apa saya salah trhadapmu?" saya rasa tidak, karena cinta tidak pernah salah. Sesuatu yang selalu saya dengungkan setiap hari di pikiran saya saat mau tidur. Tidak ada salahnyakan? Mengapa hal itu selalu menjadi "salah" ? di hadapan kamu yang mungkin sekarang belum bisa saya miliki.

Saya mengakui, bahwa yang saya lakukan dari sudut pandang apapun menjadi "salah" walau "salah"nya itu bukan "salah" yang mutlak, namun relatif. Salah yang mengakibatkan semuanya menjadi hambar, tawar,dan  tak berasa. Salah yang menjadi sebuah anggapan yang menyesatkan.Saya bukan robot, yang tidak punya perasaan sama sekali.
Yang tidak punya "sebersit" perasaan.
Yang tidak punya sebuah pengertian tentang  apa yang terjadi dalam hati saya.

saya merasakan, sebuah hal yang membuat yang membuat saya "jatuh"


sekali lagi , saya bukan robot, dan saya meminta maaf atas semua yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Terima kasih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar