Jum'at , 14 Juni 2013 .
Hari ini gue verifikasi raport , di Balairung, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
entah kenapa , pagi itu sangat deg-degan . padahal jadwal verifikasi raport siang, jam 2 malah. -__- , walau begitu, gue harus berangkat sebelum shalat jum'at, karena satu alasan : ingin Shalat Jum'at di masjid Ukhuwah Islamiyah. :) .
gue hari itu berangkat janjian sama diana (yang kebetulan dia diterima juga, hehe) .. di St. Tanah Abang jam 10 .10 *seperti jam proklamasi loh* . Jam 8 pagi, gue baru sadar, cucian numpuk. Mau ga mau, gue harus nyuci dulu, setelah nyuci + jemur..gue berangkat naik cl jam 9.26.
agak khawatir juga sih, nyuci + jemur yang harus selesai selama 1 jam.
"mesti kilat nih" pikirku dalam hati
dan akhirnya...mencuci bersih. Alhamdulillah clear !.
jam 9.10 gue berangkat dr rumah jalan kaki menuju st. sudimara, hulu dari segala kegiatanku selama 6 tahun dan 3 tahun kedepan.
jam 9.25 , gue liat jam tangan gue, "kok belum sampai ya, harusnya udah dateng" , dan ternyata kereta terlambat 10 menit.
jam 9.35 , keretanya dateng !!! dan keretanya yang gerbong panjaaang !!! syukurlah saat itu. berharap bisa duduk , dan tidur.
sesampainya di kereta, gue engga dapet tempat duduk, yap..mungkin gue kurang beruntung. gue mencoba mengupdate twitter dan foursquare sambil mendengarkan lagu lewat handsfree. Jurangmangu, Pondok Ranji, Kebayoran, Palmerah, terlewati,....
sampailah di Tanah Abang.
Di Tanah Abang, gue duduk di bangku warna hitam yang masih mengkilap menunggu diana datang tentunya.
10.05 .. 5 menit lagi... , biar engga kesepian maksudnya..hehe
dan.. 10.10... "mana tuh anak?"
10.15 , gue mencooba telepon diana, mikir yang aneh2 "apa diana di culik? apa angkotnya mogok?"
akhirnya...
10.20 , dia sampai juga, tentunya bersama dengan meisa~
gue hanya bisa menghela nafas panjang-panjang.
usai mereka membeli tiket single trip , kami bertiga turun ke peron 3 stasiun tanah abang. Tiba-tiba, gue liat cewek pakai baju putih dan kerudung warna biru serta jins. (ini bermodal ingatan belaka loh). Dia memegang sampul berbarcode di pojok kanan atas, tapi di sebelah kirinya nampak tulisannya panjang..
"mungkin anak ini, anak reguler" pikirku.
ada hasrat ingin berkenalan, atau setidaknya ingin tahu namanya, dan dia fakultas apa dan jurusan apa. ahhh....apa pandangan pertama?? Wallahu'alam.
10.40 , kereta datang di Tanah Abang. Kereta 8 gerbong, seri 8500, hhohoho.. cukup dingin.
setelah pintu kreta terbuka, gue cari tempat duduk sesinggap mungkin. dan akhirnya, ketemu !! bahkan kami bertiga dapat tempat duduk semuanya seperti biasa, gue ga mau melewatkan moment di kereta cl yang dingin untuk tidur, tetapi diana kayaknya ngajak ngobroool moloo.... wkwkwk. ga tau deh ada tujuannya apa.
11.20 , sampai juga di stasiun pondok cina. kami bertiga turun. Gue mencoba untuk mengawasi dari belakang tentang "anak ini". apa benar dia camaba UI sepertiku? atau bukan?
berjuta pertanyaan membayangi di otak gue -__-
"ahhhh kenapa jadi sentimental begini..." pikirku.
gue coba mencoba mengikuti anak ini, hehe... kayak intel ngejar buronan aja, wk
kami bertiga berjalan ke Balairung UI setidaknya untuk menaruh tas dan menitipkannya ke diana~. Setelah kami sampai, gue sama meisa nitip tas ke diana, yang di sampingnya trnyata saama anak ini. Mereka nampak akrab ,, maklum mungkin diananya supel,hehe..
"kenapa pas ketemu ga kenalan aja ya..." ,,, lalu gue balik lagi *spik ambil sesuatu*\
"mei, ketinggalan dompet, wk"
dan.... gue balik ke Balairung ,
"kenapa chan? " tanya diana
"dompet bu.." jawabku.
gue mencoba melirik anak ini, tau deh kenapa,,,, ada magnetnya kali ya??
entah gue atau dia yang duluan menjulurkan tangan. kami berkenalan.
"hai, nama gue fatchan.. vokasi.. "
"n........., anak mipa"
gue resapi namanya..hemmm....itu namanya, cukup manis juga. hehe..
lalu, gue bbm jordhy biar jum'atan bareng. baru ngetik "jor..gue udah di balairung" , dan dia panjang umur nampaknya langsung datang , dan sama om aldi ke masjid UI :)
14 Juni 2013 , hari pertama gue nginjek masjid di UI , hari pertama Jum'at-an di sini, i'm so happy .. :)
setelah jum'atan, balik ke balairung lalu duduk di tempat yang udah disediain , dan sampai juga verifikasi raportnya :).
, di Balairung,, gue motret
nanti, saat gue disambut, dan dilepas sebagai ahli madya, hingga nanti insya Allah diwisuda jadi DOKTOR, bukan Dokter yak, wkwkwk... akan di tempat ini. Balairung Universitas Indonesia.
tidak semua yang saya tulis tentang saya, dan tidak semua yang saya tulis tidak tentang saya
Minggu, 14 Juli 2013
Senin, 17 Juni 2013
ATC
ATC bukan hanya sekedar pengendali arah saat pesawat sedang terbang , takeoff ataupun mau landing. ATC bisa saja diartikan sebagai “pengarah” kebijakan , sikap, yang diambil seseorang.
2 tahun lalu, saya mulai dekat dengan anda.. tentu saja sebagai sahabat yang selalu menjadi “petunjuk” dan “pedoman”saat saya melangkah mengambil suatu sikap.
Ibarat saya seorang pilot, mengemudikan sebuah pesawat yang saya ibaratkan itu sebagai “hati” saya , dan tidak mungkin saya mengendalikan hati saya sendiri, pasti butuh “seseorang” yang memandu saya dari luar pesawat, dan saya sebut dengan ATC. Tanpa anda, saya kemungkinan besar salah arah , salah tujuan dalam memaknai hidup. Akan tetapi , dengan anda, saya bisa mengerti arah yang anda maksudkan, untuk kebahagiaan tentunya. Andalah ATC saya. Pengendali hati saya . Entah apapun itu , saat senang ataupun kalut. :)
Jujur saja, saya tak punya uang ataupun membalas kebaikan anda dengan materi Namun , saya hanya bisa membalas kebaikan anda dengan selalu mendengarkan apa yang diceritakan oleh anda. Saat mata sudah mulai terpejam, tiba-tiba anda sms saya dan ada dorongan untuk mendengarkan walau kantuk amat menyerang.
Selaku pilot , seorang pengendali , saya mungkin di satu moment ialah seorang yang egois, selfish,tidak mau mendengarkan apa yang diarahkan oleh anda. Tapi di satu sisi, saya “harus” mendengarkan anda, meminta “bantuan” anda secara langsing ataupun tidak , dan butuh anda. Saya meminta maaf atas kesalahan sekecil apapun terhadap anda.
Apa anda bisa saat anda sudah jauh nanti tetap bisa mengomando pesawat saya? saya harapkan ialah “iya” , tanpa anda, mungkin saja saya masih terkurung dalam kesedihan yang amat dalam.
Senin, 10 Juni 2013
asemenyemenye
Hai , saya menyapamu sekali lagi, dalam rindu yang belum tentu bertemu dalam sebuah lubang yang menganga lebar.
Saya mengakui, bahwa saya mungkin bisa dibilang "sangat" salah dalam kondisi seperti ini. saya suka kamu. dan kamu suka dia.
"saya menunggu orang yang sedang menunggu" begitu kataku saat di Masjid At-Taqwa
Kata pak Mario , "Cinta itu melumpuhkan logika" , dan saya yang percaya itu. saya yang bisa merasakan semuanya. bukan orang lain, bukan kamu yang tidak merasakan seperti saya.
pikiran reflekku brkata "apa saya salah trhadapmu?" saya rasa tidak, karena cinta tidak pernah salah. Sesuatu yang selalu saya dengungkan setiap hari di pikiran saya saat mau tidur. Tidak ada salahnyakan? Mengapa hal itu selalu menjadi "salah" ? di hadapan kamu yang mungkin sekarang belum bisa saya miliki.
Saya mengakui, bahwa yang saya lakukan dari sudut pandang apapun menjadi "salah" walau "salah"nya itu bukan "salah" yang mutlak, namun relatif. Salah yang mengakibatkan semuanya menjadi hambar, tawar,dan tak berasa. Salah yang menjadi sebuah anggapan yang menyesatkan.Saya bukan robot, yang tidak punya perasaan sama sekali.
Yang tidak punya "sebersit" perasaan.
Yang tidak punya sebuah pengertian tentang apa yang terjadi dalam hati saya.
saya merasakan, sebuah hal yang membuat yang membuat saya "jatuh"
sekali lagi , saya bukan robot, dan saya meminta maaf atas semua yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Terima kasih
Saya mengakui, bahwa saya mungkin bisa dibilang "sangat" salah dalam kondisi seperti ini. saya suka kamu. dan kamu suka dia.
"saya menunggu orang yang sedang menunggu" begitu kataku saat di Masjid At-Taqwa
Kata pak Mario , "Cinta itu melumpuhkan logika" , dan saya yang percaya itu. saya yang bisa merasakan semuanya. bukan orang lain, bukan kamu yang tidak merasakan seperti saya.
pikiran reflekku brkata "apa saya salah trhadapmu?" saya rasa tidak, karena cinta tidak pernah salah. Sesuatu yang selalu saya dengungkan setiap hari di pikiran saya saat mau tidur. Tidak ada salahnyakan? Mengapa hal itu selalu menjadi "salah" ? di hadapan kamu yang mungkin sekarang belum bisa saya miliki.
Saya mengakui, bahwa yang saya lakukan dari sudut pandang apapun menjadi "salah" walau "salah"nya itu bukan "salah" yang mutlak, namun relatif. Salah yang mengakibatkan semuanya menjadi hambar, tawar,dan tak berasa. Salah yang menjadi sebuah anggapan yang menyesatkan.Saya bukan robot, yang tidak punya perasaan sama sekali.
Yang tidak punya "sebersit" perasaan.
Yang tidak punya sebuah pengertian tentang apa yang terjadi dalam hati saya.
saya merasakan, sebuah hal yang membuat yang membuat saya "jatuh"
sekali lagi , saya bukan robot, dan saya meminta maaf atas semua yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Terima kasih
Jumat, 31 Mei 2013
Lirik Lagu "Inginku" Yobie & Nuno
Inginku bukan hanya jadi temanmu.Atau sekedar sahabatmuYang rajin dengar ceritamuTak perlu hanya kau lihat ketulusanYang sebenarnya tak kusangkaKadang ku hilang kesabaran
**Mungkinkah akan segera mengertiSeiring jalannya hariKini ku tergila padamuYang ada bila tak juga kau sadariAkan kutempuh banyak caraAgar engkau tau semua mauku
Biarkan aku untuk jadi kekasihmuDan takkan percaya ungkapanCinta tak harus memilikiTerlambat jika aku harus berubahKu terlanjur ingini semuaYang ada di dalam dirimu
Back to **Dan berulang mencobaTuk merebut hati dan cintamuSadarkah dirimu sering kau kesalkan akuBila masih saja kau menyebut namanya
Back to **Semua mauku....
**Mungkinkah akan segera mengertiSeiring jalannya hariKini ku tergila padamuYang ada bila tak juga kau sadariAkan kutempuh banyak caraAgar engkau tau semua mauku
Biarkan aku untuk jadi kekasihmuDan takkan percaya ungkapanCinta tak harus memilikiTerlambat jika aku harus berubahKu terlanjur ingini semuaYang ada di dalam dirimu
Back to **Dan berulang mencobaTuk merebut hati dan cintamuSadarkah dirimu sering kau kesalkan akuBila masih saja kau menyebut namanya
Back to **Semua mauku....
Kamis, 30 Mei 2013
Kekaguman saya
Selamat malam , kali ini gue mau cerita yang ringan-ringan aja ya,
gue akhir akhir ini suka banget sama tokoh perahu kertas , namanya "Pak Wayan" yang sering disebut "Poyan" . Tokoh ini diperankan oleh Tio Pasukadewo ,

ceritanya poyan ini, kayak orang yang selalu mencintai 1 orang yang sama sepanjang hidupnya. Dia tidak mau move on lebih tepatnya, bagi dia kesetiaan adalah yang utama dalam hidupnya., dan tau tau caranya melepas.
Gue terkadang ingin seperti poyan dalam 6 tahun mendatang , mencintai 1 wanita yang sama dan cintanya yang "awet" , dan kisahnya hampir sama dengan Perahu Kertas antara Pak Wayan , Lena (ibu keenan) dan Adri (bokapnya keenan) , kisah cinta segitiga yang sekarang menghantui gue.,
Pak Wayannya udah deket sama bu Lena nya, ehhh malah diambil tiba-tiba sama om adri , dan karna hal yang sepele. Cukup aneh, tapi nyata..
Apa ada orang yang sama kayak poyan dalam kehidupan nyata ya? Wallahu'alam
gue akhir akhir ini suka banget sama tokoh perahu kertas , namanya "Pak Wayan" yang sering disebut "Poyan" . Tokoh ini diperankan oleh Tio Pasukadewo ,
ceritanya poyan ini, kayak orang yang selalu mencintai 1 orang yang sama sepanjang hidupnya. Dia tidak mau move on lebih tepatnya, bagi dia kesetiaan adalah yang utama dalam hidupnya., dan tau tau caranya melepas.
Gue terkadang ingin seperti poyan dalam 6 tahun mendatang , mencintai 1 wanita yang sama dan cintanya yang "awet" , dan kisahnya hampir sama dengan Perahu Kertas antara Pak Wayan , Lena (ibu keenan) dan Adri (bokapnya keenan) , kisah cinta segitiga yang sekarang menghantui gue.,
Pak Wayannya udah deket sama bu Lena nya, ehhh malah diambil tiba-tiba sama om adri , dan karna hal yang sepele. Cukup aneh, tapi nyata..
Apa ada orang yang sama kayak poyan dalam kehidupan nyata ya? Wallahu'alam
Sabtu, 25 Mei 2013
Hai....
Hai..... kamu yang di sana..
Hai..... kamu yang memberi keteduhan,...
Hai..... kamu yang memberi kekuatan ....
Hai..... sebuah makna yang tersirat dalam kata, tindakan, dan ucapan.
Hai kamu, kenapa kamu tidak memperhatikanku? malah memperhatikan yang lain...
Oh iya, aku lupa... aku bukan siapa-siapa kamu, aku bukan orang yang berhak melarang kamu, menentukan kamu, bukan...... aku hanya bisa mengarahkan dengan harap cemas arahku sudah didengar olehmu. Dengan begitu, aku sangat senang sekali.
Langit cerah malam ini, dengan berbagai bintang yag gemerlap. Semua hal tentang kamu masih kuingat dalam sanubariku.
Menurut beberapa orang, aku termasuk tipikal pria yang berbeda. Berbeda sifat, sikap, dan kepribadiannya. Aku memang mengarahkan diriku dalam suatu yang terukur, stabil, dan elegan.
Aku memang mengarahkan diriku untuk berpikir dengan perasaan, bukan logika yang selama ini banyak pria lakukan. Mungkin itu....
Hai..... kamu yang memberi keteduhan,...
Hai..... kamu yang memberi kekuatan ....
Hai..... sebuah makna yang tersirat dalam kata, tindakan, dan ucapan.
Hai kamu, kenapa kamu tidak memperhatikanku? malah memperhatikan yang lain...
Oh iya, aku lupa... aku bukan siapa-siapa kamu, aku bukan orang yang berhak melarang kamu, menentukan kamu, bukan...... aku hanya bisa mengarahkan dengan harap cemas arahku sudah didengar olehmu. Dengan begitu, aku sangat senang sekali.
Langit cerah malam ini, dengan berbagai bintang yag gemerlap. Semua hal tentang kamu masih kuingat dalam sanubariku.
Menurut beberapa orang, aku termasuk tipikal pria yang berbeda. Berbeda sifat, sikap, dan kepribadiannya. Aku memang mengarahkan diriku dalam suatu yang terukur, stabil, dan elegan.
Aku memang mengarahkan diriku untuk berpikir dengan perasaan, bukan logika yang selama ini banyak pria lakukan. Mungkin itu....
Kamis, 23 Mei 2013
Teduh
Terkadang ada hal yang terjadi di luar nalar kita, kita harus percaya akan hal tersebut, mengalir dalam sebuah kenyataan yang ada. Walau hal tersebut sangat menyakitkan hati dan memilukan lebih tepatnya...
1 tahun 2 bulan 22 Hari yang lalu, dari posting ini ditulis 23 Mei 2013.
Kamu datang di saat yang tak kuduga.Melambai bak bidadari , menurunkan sebagian keindahan yang ia miliki. Di bukit belerang Dieng, kamu memberikan keteduhan yang sangat kubutuhkan sebagai seorang lelaki. Hingga akhirnya dia memberikan....
memberikan...
memberikan,..
Yang sampai sekarang, kini kuingat, Detik demi detik yang terlalui saat itu, aku terhenyak.
29 Februari 2012,
Pagi itu sangat dingin membeku, dan kamu datang untuk menghangatkannya. Saat itu,hatiku sangat limbung antara move on atau tidak. meninggalkan atau tidak. bertahan atau tidak. semuanya memudar hingga ......................................
Kamu memang lebih dari sekedar cantik, seperti lagunya KAHITNA yang berjudul serupa
Tak ada yang tak sama antara kamu dengan lagu itu. Air mata yang dulu terhapus karenamu, menjadi musim semi menyejukkan hati.
Semua orang mengenalmu, aku yakin tak ada yang tidak mengenalmu. Sementara aku, hanya ketua kelas selama dua tahun yang mungkin hanya tidak terlalu terkenal buat orang banyak, entah aku, namaku, dan tentangku.
Tiba-tiba kamu datang,menawarkan sebuah cerita yang patut kudengar dan kusimak. Hal yang aneh buatku, di saat aku sendiri dan teman-teman lain bersenang-senang, tak ada wajah kedukaan di antara mereka. Dia malah menyimbolkan sebuah duka-lara yang mesti kujawab dengan segala kemampuan yang kupunya.
Katanya, pacarnya saat itu tidak lagi sama saat pertama kali mengikat janji, ya... hal yang wajar buatku, wajar karena usia kami masih sama sama labil, sesaat. Sambil menuruni bukit belerang dieng, kami saling membicarakan hal serius, aku simak ceritanya dengan khidmat, dan mesti kutelaah saat itu juga.
"Mungkin dia sedang mengalami titik jenuh saat bersama lo, wajar kok. atau mungkin...dia lagi punya masalah yang ga lo tau" jawabku..
Dia mengangguk pelan, aku harap itu sebagai pertanda ia mengerti maksudku.
"lain kali, gue cerita lagi ya" jawabnya
setelah itu, muncul senyumnya, yang seperti biasanya, dan kalau boleh mengklaim bahwa aku telah berhasil mengembalikan senyumnya, dan tatapan matanya yang indah.
Matanya...
Tatapannya,,,,
Semua yang ada dirinya kuakui, kamu cantik.
Sabtu, 16 Februari 2013
Jedar!
cuma bisa menghela napas saat gue menulis blog ini
jujur , gue bingung sekarang sama lo itu gimana?
gue tau kok, gue mungkin di mata lo emang salah ngelakuin hal ini , tapi apakah kesalahan itu yang buat lo jadi begini?
gue tau , mungkin gue agak egois memaksakan perasaan ini? tapi perasaan ini muncul secara tulus, ikhlas , tanpa paksaan dari siapapun termasuk diri gue sendiri.
gue bukannya ga mau ngomong sama elo
Langganan:
Postingan (Atom)
