Hai..... kamu yang di sana..
Hai..... kamu yang memberi keteduhan,...
Hai..... kamu yang memberi kekuatan ....
Hai..... sebuah makna yang tersirat dalam kata, tindakan, dan ucapan.
Hai kamu, kenapa kamu tidak memperhatikanku? malah memperhatikan yang lain...
Oh iya, aku lupa... aku bukan siapa-siapa kamu, aku bukan orang yang berhak melarang kamu, menentukan kamu, bukan...... aku hanya bisa mengarahkan dengan harap cemas arahku sudah didengar olehmu. Dengan begitu, aku sangat senang sekali.
Langit cerah malam ini, dengan berbagai bintang yag gemerlap. Semua hal tentang kamu masih kuingat dalam sanubariku.
Menurut beberapa orang, aku termasuk tipikal pria yang berbeda. Berbeda sifat, sikap, dan kepribadiannya. Aku memang mengarahkan diriku dalam suatu yang terukur, stabil, dan elegan.
Aku memang mengarahkan diriku untuk berpikir dengan perasaan, bukan logika yang selama ini banyak pria lakukan. Mungkin itu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar