Kamis, 23 Mei 2013

Teduh

Terkadang ada hal yang terjadi di luar nalar kita, kita harus percaya akan hal tersebut, mengalir dalam sebuah kenyataan yang ada. Walau hal tersebut sangat menyakitkan hati dan memilukan lebih tepatnya...

1 tahun 2 bulan 22 Hari  yang lalu, dari posting ini ditulis 23 Mei 2013.

Kamu datang di saat yang tak kuduga.Melambai bak bidadari , menurunkan sebagian keindahan yang ia miliki. Di bukit belerang Dieng, kamu memberikan keteduhan yang sangat kubutuhkan sebagai seorang lelaki. Hingga akhirnya dia memberikan....
memberikan...
memberikan,..
Yang sampai sekarang, kini kuingat, Detik demi detik yang terlalui saat itu, aku terhenyak.

29 Februari 2012, 

Pagi itu sangat dingin membeku, dan kamu datang untuk menghangatkannya. Saat itu,hatiku sangat limbung antara move on atau tidak. meninggalkan atau tidak. bertahan atau tidak. semuanya memudar hingga ......................................

Kamu memang lebih dari sekedar cantik, seperti lagunya KAHITNA yang berjudul serupa
Tak ada yang tak sama antara kamu dengan lagu itu. Air mata yang dulu terhapus karenamu, menjadi musim semi menyejukkan hati.
Semua orang mengenalmu, aku yakin tak ada yang tidak mengenalmu. Sementara aku, hanya ketua kelas selama dua tahun yang mungkin hanya tidak terlalu terkenal buat orang banyak, entah aku, namaku, dan tentangku.
Tiba-tiba kamu datang,menawarkan sebuah cerita yang patut kudengar dan kusimak. Hal yang aneh buatku, di saat aku sendiri dan teman-teman lain bersenang-senang, tak ada wajah kedukaan di antara mereka. Dia malah menyimbolkan sebuah duka-lara yang mesti kujawab dengan segala kemampuan yang kupunya. 
Katanya, pacarnya saat itu tidak lagi sama saat pertama kali mengikat janji, ya... hal yang wajar buatku, wajar karena usia kami masih sama sama labil, sesaat. Sambil menuruni bukit belerang dieng, kami saling membicarakan hal serius, aku simak ceritanya dengan khidmat, dan mesti kutelaah saat itu juga.

"Mungkin dia sedang mengalami titik jenuh saat bersama lo, wajar kok. atau mungkin...dia lagi punya masalah yang ga lo tau" jawabku..

Dia mengangguk pelan, aku harap itu sebagai pertanda ia mengerti maksudku. 
"lain kali, gue cerita lagi ya" jawabnya
setelah itu, muncul senyumnya, yang seperti biasanya, dan kalau boleh mengklaim bahwa aku telah berhasil mengembalikan senyumnya, dan tatapan matanya yang indah.

Matanya...
Tatapannya,,,,
Semua yang ada dirinya kuakui, kamu cantik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar