sebelum kejadian 8 April tersebut, aku sudah mengalami kejadian tentang bagaimana caranya mencintai, tentunya dengan baik,dan benar... tak ada cemeti nafsu didalamnya..
saat masih kelas X,4 , 11 Januari 2011 aku saat itu sedang duduk di lantai paling depan, mengamati Bu Kar mengajar kimia..
Disampingku saat itu Dewi yang "kebetulan" punya "masalah" yang :"sama" hehe, yaitu penglihatan...
entah kenapa, aku bertanya pada dewi
"Dew, temen lo yang kata lo anak kereta itu mana? katanya mau masuk 24? masuk X4 juga kan kata lo?"
"iya tan, ga tau kapan.... apa jangan2 ga jadi ya...emang kenapa?"
"gapapa... oh ya , nama nya siapa sih .___. ?
"faras tan, lupa ya..."
"hahaha, iya gue lupa dew"
faras...
kuresapi namanya,,, kuselidik namanya...
kulihat jam tanganku, jam 6.45 pagi ...
"yah anaknya mana sihh...."
"ihh apa an deh tan, kok lo jadi penasaran gitu"
"ya iya lah, kan dia anak kereta juga.wakakakakkak"
"iye iye"
6.50
Bu Ida Feb membuka pintu ..
"Bu Kar , ini ada anak baru.... "
"Oh ya bu, silahkan masuk"
(dia masuk....) dia berdiri tepat di depanku (saat itu aku sedang duduk di bawahnya) , aku melihat dari sepatu yang dipalainya sampai ke ke
kenalkan, nama saya farastina bernadeth , biasa dipanggil Faras..
Delima nanya "dari sma mana?"
"aku dari sma 16.."
"ohhh..."
lalu Bu Kar berkata "silahkan duduk ya disebelah adinda,,,"
"iya bu..."
Aku tertawa sendiri tanpa sebab, ada keteduhan yang ditawarkan diwajahnya, keteduha yang aku butuhkan sebagai lelaki , keteduhan yang membuatku nyaman....
ada perasaan yang berbeda saat ku menatapnya, lama-lama adas getar hati berbunyi,
hati yang telah bersemi kembali, sejuk , menyegarkan...
dan diawal itulah cerita kepedihan itu bersambut...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar